Wajah Kereta Api Indonesia, Habis Gelap Terbitlah Terang

Saat ini kereta api merupakan salah satu transportasi umum favorit banyak orang. Karena selain anti macet dan nyaris selalu berangkat tepat waktu, harga tiket yang lebih murah dan kenyamanan selama diperjalanan juga menjadi alasan utamanya. Namun bagi kalangan anak sekolahan saat ini mungkin banyak yang lupa atau tidak tahu bahwa kereta api Indonesia pernah berada di masa yang kelam, ya, sangat kelam.

Kereta Api di Masa Lalu

Gambar Potret Kereta Api Zaman Dulu
Potret Kereta Api Zaman Dulu (c) Instagram @SovietFoxtrot

Bila kereta api masih seperti 10 tahun yang lalu, mungkin kalian akan berpikir 100x untuk naik salah satu transportasi masal ini. Saat itu kondisi kereta api di Indonesia sangat memprihatinkan. Bertolak belakang dengan kondisi saat ini. Bahkan Iwan Fals sampai membuat sebuah lagi berjudul “Kereta Tiba Pukul Berapa” dengan maksud menyindir PT KAI saat itu.

Mulai dari harus desak-desakan, jadwal keberangkatan yang sering terlambat, pedagang asongan yang kerap masuk bebas sampai ke gerbong kereta hingga rawan tindak kriminal. Bukan hanya itu, beberapa penumpang juga rela menggadaikan keselamatannya demi mendapatkan tumpangan gratis dengan naik di atas gerbong kereta. Benar-benar masa kelam perkretaapian Indonesia.

Gambar potret miris kereta zaman dulu
potret miris kereta zaman dulu (c) Instagram @drama.kereta

Saat itu berita mengenai kereta api yang kotor, bau dan penuh sesak sudah jadi makanan sehari-hari. Untuk kereta jarak dekat mungkin masih bisa ditolerir, tapi hal ini juga terjadi untuk kereta api jarak menengah dan jauh. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya berjam-jam di dalam kereta api seperti itu? apalagi bila Anda harus berdiri karena tidak mendapat tempat duduk.

Akibat semua sisi negatif ini, PT KAI sering mengalami kerugian. Dilansir oleh Tirto.id, tercatat PT KAI pernah mengalami kerugian hingga Rp 83,5 miliar pada tahun 2008. Namun beruntung itu adalah tahun terakhir karena satu tahun kemudian PT KAI sudah berhasil membukukan laba sebesar Rp 154,8 miliar dan terus mengalami peningatan seiring dengan kualitas pelayanannya.

Baca juga:  Mistisnya Ritual Sesaji Untuk Para Arwah Kelimutu

Kereta Api di Masa Kini

Gambar Kereta Api Kini
Kereta Api Kini (c) Tribunnews.com

Semua perubahan yang sangat dirasakan pengguna kereta api saat ini tidak lepas dari tangan dingin Direktur Utama PT KAI kala itu, Ignasius Jonan. Sejak menjabat sebagai Dirut (2009 – 2014), ia melakukan reformasi besar-besaran dan mengubah wajah perkeretaapian Indonesia 180°.

Perlahan kesan kereta api yang kumuh dan penuh sesak itu berubah menjadi kereta yang bersih, nyaman dan aman. Tidak ada lagi pedagang asongan, bau asap rokok, penumpang yang tidak kebagian kursi, penumpang gelap hingga tindak kriminal. Yang ada adalah kereta api ber-AC, toilet yang wangi dan tempat duduk untuk setiap penumpang. Bahkan semua fasilitas itu juga berlaku untuk kelas ekonomi.

Gambar Kereta Api Indonesia
Kereta Api Indonesia (C) Pegipegi,com

Bukan tanpa hambatan, terobosan yang dilakukan Ignasius Jonan justru menuai banyak protes dari berbagai kalangan. Tidak sedikit juga yang menyepelekan karena menganggap itu adalah hal mustahil. Terlebih ketika aturan tidak diperbolehkannya pedagang asongan masuk stasiun dan nama di tiket harus sesuai dengan kartu identitas mulai diberlakukan.

Namun saat ini bisa dirasakan perubahan yang sangat besar. Meski telah digantikan oleh suksesornya, Edi Sukmoro pada tahun 2014 karena Ignasius Jonan harus menerima amanat yang lebih besar—menjadi Menteri Perhubungan, kereta api Indonesia terus melakukan perubahan dari pondasi yang telah dibangun sebelumnya. Salah satunya adalah dengan merambah ke era digital.

Bila sebelumnya tiket kereta api bisa dibeli secara online melalui situs http://www.kereta-api.co.id atau KAI Access yang mampu meminimalisir calo, Edi Sukmoro membuat terobosan lainnya dengan melakukan kerjasama terhadap beberapa aplikasi perjalanan dan meningkatkan kinerja aplikasi mobile KAI Access. Ini membuat kita bisa dengan mudah membeli atau bahkan langsung memesan tempat duduk dari mana saja.

Baca juga:  Jadi Menu Andalan, Sate Khas Jepang Ini Rasanya Empuk

Pengguna Transportasi Umum

Dengan perubahan yang siginifikan dari kereta api di masa lalu dan masa kini, bisa dilihat bahwa transportasi Indonesia di bawah naungan Kementrian Perhubungan telah bekerja sangat keras guna meningkatkan kualitas transportasi. Nah, setelah sistem transportasi di Indonesia semakin berkualitas, tentu saja kita juga harus jadi pengguna yang berkualitas.

Jangan muluk-muluk, cukup dengan selalu taat pada aturan selama menggunakan transportasi umum sudah cukup membuat Anda menjadi pengguna yang berkualitas. Tidak fokus hanya pada kereta api, melainkan semua transportasi umum di darat laut dan udara. Jangan hanya menuntut kualitas dan pelayanan transportasi umum, tapi jadikan diri sebagai pengguna transportasi umum yang berkualitas.

***

Untuk informasi terkait melalui media sosial dan website Kementrian Perhubungan Berikut ini:

Website               : www.dephub.go.id

Twitter                 : @kemenhub151

Facebook            : @kemenhub151

Instagram            : @kemenhub151

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *