Siapa sih yang layak disebut penulis?

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Siapa sih yang pantas disebut penulis? Pertanyaan ini sering kali muncul di benak saya dan mungkin sebagian besar teman-teman. Belum lagi setiap orang memiliki pendapatnya masing-masing tentang siapa yang layak disebut penulis. Ada yang berpendapat bahwa penulis adalah mereka yang sudah menulis banyak buku atau tulisannya seringkali mejeng di media-media nasional, namun ada pula yang berpendapat bahwa semua orang yang pernah menulis adalah penulis. Sebenarnya itu sah-sah saja, semua itu bisa saja benar, tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Dengan sengaja saya bertanya secara acak kepada beberapa orang yang saya anggap sebagai penulis.
Secara umum, sebanarnya penulis bisa diartikan sebagai orang yang menulis. Cukup menulis maka anda sudah bisa dikatakan penulis. Sangat luas arti penulis itu sebenarnya. Tapi, pada kenyataannya tidak semua orang bisa dikatakan penulis. Ada yang sudah menulis beberapa novel tapi tidak mau menganggap dirinya seorang penulis, dia beranggapan mungkin ada beberapa orang seperti dirinya yang memang menulis hanya karena iseng dan beruntung tulisannya itu bisa diterbitkan. Ada juga yang baru menulis beberapa tulisan sudah menganggap dirinya penulis. Kompleks menurut saya.

Menurut Adam Yudhistira, seorang penulis cerpen yang karyanya sudah cukup banyak mejeng media nasional dan lokal maupun antologi yang tergabung dengan beberapa penulis lainnya, dia yang pantas disebut penulis selama dia terus semangat menulis. Ketika karya-karuannya diakui dan diterima masyarakat, itu bonus dari hasil kerja keras untuk terus menulis.
Sejalan dengan itu, penulis novel Kafe Serabi, Ade Ubaidil dan novel For Ever You, Sri Marflowers berpendapat sama, yaitu orang yang layak disebut penulis adalah mereka yang menulis dan tetap konsisten untuk menulis.

Baca juga:  Review Novel Berikutnya Kau yang Mati

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Lalu bagaimana dengan penulis status facebook? Apakah bisa disebut penulis juga?

Uh, saya sedikit bingung jawabnya. Sebenarnya itu tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Kalau yang dimaksud penulis yang berarti umum, maka penulis status sebenarnya bisa dikatakan sebagai penulis. Penulis = mereka yang menulis. Tapi, kembali lagi kepada jawaban atas kawan-kawan saya sebelumnya. Mereka yang menulis kalau diartikan secara khusus atau diartikan dengan lebih terfokus, berarti penulis status tadi bukanlah penulis.

Menurut saya, pemulung akan dikatakan pemulung saat orang tersebut memang berprofesi sebagai pemulung, seorang polisi dikatakan polisi saat ia berprofesi sebagai polisi, atau kedua profesi terbebut menjadi bagian dari hidup seseorang. Bagian penting dalam hidupnya yang seakan sudah melekat. Jadi, saya menyimpulkan bahwa seseorang yang disebut penulis adalah mereka yang menjadikan menulis sebagai bagian dari hidupnya. Tidak mesti hanya yang berprofesi sebagai penulis disebut penulis.
Sekali lagi, ini hanya pandangan pribadi saya. Kita boleh menganggap diri kita penulis, atapun bukan penulis. Tapi, sebenarnya yang berhak atau layak menilai kita penulis atau tidak adalah pembaca. Karena pembaca adalah mereka yang bebas menilai tentang baik atau buruknya karya tulis seseorang.
Lalu, bagaimana menurutmu?

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Share This:

Lalu Razieb Ariaharfi

Asli Lombok dan suka makanan pedas. Bisa dihubungi lewat twitter @lalurazieb_azie, email laluazie@gmail.com, atau mungkin bisa berkunjung ke blog pribadinya di www.pena-azie.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *