Review Novel Berikutnya Kau yang Mati

Judul               : Berikutnya Kau yang Mati

Penulis             : Arie F. Rofian

Penerbit           : Moka Media

Tebal               : 178 halaman

Cetakan           : Pertama, Maret 2015

ISBN               : 979-795-970-8

Bertepatan dengan hari ulang tahun penulisnya, hari ini saya akan berusaha sekuat tenaga dan pikiran saya untuk mereview novel yang berjudul: Berikutnya Kau yang Mati. Katannya sih, novel ini adalah karya tulis solo keduanya yang dibukukan setelah skripsi. Entahlah, skripsi tahun berapa, penulisnya enggak mau ngasi tahu masalah itu. Eh, ups, kata penulisnya, ucapan terima kasih dan profil penulisnya enggak boleh di review, bahaya! Hahaha.

Baiklah, langsung saja kita menuju ke intinya. Buku ini adalah sebuah novel horor yang menceritakan tentang kisah orang yang mencoba menghindari kematian. Ya, menghidari kematian. Kematian yang sejatinya adalah sesuatu yang mutlak, tak terelakkan dan tak ada seorangpun yang bisa memprediksinya.

Waktu awal baca judulnya, terus dilanjutkan dengan membaca beberapa halaman di paragraf awal, jujur saya sudah terbayang mungkin kisah dalam novel ini akan mirip-mirip seperti film horor hollywood yang sempat tenar pada masanya, Final Destination. Mungkin karena judulnya yang juga mengingatkan saya tentang kematian beruntun yang dialami dalam film tersebut. Tapi, setelah saya membaca bab-bab selanjutnya ternyata dugaan itu terbantahkan. Cerita dalam novel ini sangat jauh berbeda dari film itu. Konflik yang sangat kompleks dari setiap bab membuat pembaca tidak akan mampu menebak apa kelanjutan ceritanya.

Selanjutnya, gaya bercerita dalam novel ini menurut saya cukup unik. Bagaimana tidak? Novel yang hanya berisi 6 bab ini menggunakan sudut pandang orang pertama yang di setiap bab-nya menggunakan tokoh utama yang berbeda-beda. Uniknya lagi, tokoh-tokoh tersebut sama-sekali tidak saling mengenal namun memiliki keterkaitan. Awalnya mungkin terkesan seperti membaca cerpen. Tapi ini adalah sebuah novel yang membacanya harus sesuai urutan babnya, karena masing-masing bab memiliki keterkaitan terhadap bab sebelumnya.

Baca juga:  Review Buku Asma Nadia – Waswas Soal Pernikahan? Kamu Wajib Baca Ini! Sakinah Bersamamu

Mungkin saya yang terkesan kaku, tapi ini adalah pertama kalinya saya membaca sebuah novel dengan 6 tokoh sebagai sudut pandang pertama. Saya pernah membaca novel yang hampir serupa, tapi hanya dengan 3 tokoh sebagai sudut pandang pertama. Menulis dengan 6 tokoh sebagai sudut pandang orang pertama jelas sangat sulit, bagaimana kita harus menjadi 6 tokoh yang berbeda dalam satu waktu. Dulu, saya pernah membuat sebuah cerpen dengan menggunakan 2 sudut pandang orang pertama, dan hasilnya dibantai oleh para senior-senior di suatu grup kepenulisan.

Oh iya, tingkat kehororannya. Dari angka 1-10 saya kasi nilai 8. Kenapa? Jujur, beberapa kali bulu kuduk saya merinding dibuat pas bacanya, seperti ada yang makhluk lain yang juga lagi ikut baca. Hiiiii. Apalagi, ceritanya itu lho, bikin penasarannya pake banget! Haha. Kenapa penasaran banget? Soalnya penulisnya selalu memberikan kesan penasaran yang sangat mendalam di setiap paragraf yang membuat pembaca penasaran untuk terus membaca kelanjutannya sampai tuntas. Ah, pokoknya seru lah. Saya sendiri sampai kesal sendiri. “ Ini kapan selesainya? Ini kenapa begini? Ini kenapa begitu?” Pokoknya pembaca akan dibuat banyak bertanya-tanya sampai benar-benar membacanya sampai selesai. Dijamin, pasti sulit menebak, bahkan nyaris mustahil bisa tahu endingnya kalau belum baca bab terakhir (tapi bacanya jangan langsung lompat ke bab terakhir, ya enggak seru lah).

Oke, terakhir saya ucapkan selamat ulang tahun buat penulisnya, karena bertepatan dengan saya posting hasil review saya juga bertepatan dengan ulang tahun penulisnya. Semoga novel pertamanya ini laris manis di pasaran dan semakin produktif menciptakan karya-karya baru yang dicintai para pecinta buku. Oh iya, terima kasih juga Bang Arie, karena memberikan novel ini secara gratis berkat ikut aktif di Kelas Bedah Novel di KOBIMO minggu lalu. Sukses terus, Bang!

Baca juga:  Edisi Give Away – Membaca Cinta dan Dendam yang Tak akan Membawamu ke Mana-Mana

Share This:

Lalu Razieb Ariaharfi

Asli Lombok dan suka makanan pedas. Bisa dihubungi lewat twitter @lalurazieb_azie, email laluazie@gmail.com, atau mungkin bisa berkunjung ke blog pribadinya di www.pena-azie.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *