Resensi Di Koran Radar Sampit – Karena Pacar Tak Selamanya Jodoh Kita

Kali ini kita akan membahas resensi di koran Radar Sampit. Menembus rubrik resensi di koran Radar Sampit sedikit susah memang tapi tak menutup peluang untuk dimuat. Novel seri Le Marriage dari Elex Media ini ada terbit tanggal 21 Februari 2016. Selamat membaca resensi dari Koran Radar Sampit! 😉

Judul               : Not A Perfect Wedding

Penulis            : Asri Tahir

Editor              : Afrianty P. Pardede

Penerbit           : PT. Elex Media Komputindo

Tahun Terbit   : Cetakan ke IV, Januari 2016

Halaman          : xxii + 330 hlm.

ISBN                 : 978-602-02-7931-2

Menjalani sisa hidup bersama dengan orang yang dicintai adalah harapan semua orang. Membangun rumah tangga bersamanya, memiliki anak darinya sama maut yang memisahkan. Terdengar begitu manis. Namun, apa yang akan terjadi, jika di hari pernikahan kita, orang yang akan menjadi suami kita adalah kakak dari mempelai pria? Sedangkan calon kita pergi untuk selamanya.

Itulah yang dialami oleh Raina, seorang gadis berusia dua puluh lima tahun. Di hari pernikahannya, Pram menggantikan posisi calon mempelai pria karena Raka mengalami kecelakaan parah dan meninggal sehari sebelum pernikahan mereka. Raina yang tidak tahu menahu dengan kejadian ini, histeris saat Pram-lah yang telah sah menjadi suaminya. Dia bertanya-tanya, di mana sebenarnya Raka? Kenapa dia menghilang begitu saja. (hal. 33)

Raina berubah murung dan tidak mau bertemu dengan keluarganya. Ditinggal mati Raka, dibohongi keluarga dan menjadi istri dari Pram yang tidak dicintainya, membuat Raina seperti di neraka. Dia kehilangan arah. Kekecewaan, kesedihan dan kehilangan mewarnai hari-harinya. Sampai sesuatu terjadi, Raina mencoba untuk bunuh diri. “Kalau segampang ini, harusnya sejak kemarin dia bisa mengakhiri hidupnya tanpa harus menanggung rasa sedih dan sakit hati sedalam ini.” (hal. 56)

Baca juga:  Alamat Email Media yang Menerima Naskah Cerpen/Puisi/Esai

Pram heran apa yang membuat Raka, adiknya itu, bisa jatuh cinta dengan gadis manja dan kekanak-kanakan seperti Raina. Apa yang membuat dia bisa tergila-gila? Sampai akhirnya Pram tahu, Raina adalah gadis penuh perhatian untuk keluarga mereka. Seperti Raina membelikan kue bika Ambon untuk mertuanya. Hal sederhana yang Pram sendiri terkadang lupa atau bahkan tidak peduli. (Hal. 113)

Setelah Raina setuju dengan usul Pram untuk mencoba memulai semuanya dari awal, tiba-tiba Raina disergap bayangan masa lalu Pram. Clara teman Pram semasa dia di London datang dan membuka semuanya. Termasuk hubungan Pram dulu dengan Sashi. Hal ini membuat kepercayaan yang baru dibangun Raina runtuh. Masa lalu dan diri suaminya itu masih begitu misterius. Dan akhirnya, Pram pun menelepon Clara untuk mengklarifikasi semuanya. Clara tidak terima dengan apa yang dilakukan Pram bertanya apa yang membuat Raina begitu istimewa. “Karena dia istriku. Akulah yang menjaganya.” (Hal. 145)

Sebuah wasiat dari Raka untuk menjaga Raina menjadi bumerang bagi Pram. Ada perasaan lebih yang tumbuh untuk kekasih adiknya. Pram bertanya-tanya apakah dirinya telah jatuh cinta pada istrinya. Meski dulu dia begitu terluka karena cinta, namun tetap saja hatinya telah memilih Raina. “Menghilangkan rasa sakit itu bukan dengan menciptakan rasa sakit yang baru. Yang kita perlukan adalah menghadapinya.” (Hal. 178)

Ternyata badai rumah tangga mereka belum selesai. Kemunculan Sashi, masa lalu Pram, membuat kehidupan Raina tidak tenang. Hal ini diketahuinya setelah Raina melihat tingkah laku Pram yang berubah. Hingga akhirnya, Raina membuntuti Pram sampai ke rumah sakit. Teriakan Pram menyebut nama Sashi pada seorang dokter yang kemarin baru saja mereka temui bersama, membuat Raina sadar. Sashi masih memiliki tempat di hati suaminya. Raina segera pulang dan menangis semalaman. Rumah tangganya diambang kehancuran. “Tak akan pernah ada kata cukup menghabiskan waktu bersama orang yang paling dicintai. Mungkin itulah yang kini sedang dialami Pram dan Sashi.” (Hal. 234)

Baca juga:  Rahasia Hujan: Tentang cinta segitiga yang tak biasa

Asri Tahir mencoba mengangkat tema pernikahan sesuai dengan permintaan pasar. Tema yang tengah digandrungi ini membuat Asri Tahir mencoba peruntungan untuk melempar karyanya ke masyarakat. Dengan konflik yang cukup menarik, penulis yang menjadi ibu dari satu orang anak ini mampu mengambil hati pembacanya.

Sudut pandang orang ketiga membuat Asri dapat menyeret emosi pembaca. Pesan moral tentang mempertahankan rumah tangga yang awalnya tidak dilandasi cinta dikemas dalam nuansa romantisme yang apik. Hanya saja karakter Clara dan Sashi kurang tergambarkan dengan baik. Begitu juga kesalahan penempatan tanda titik pada halaman 141 dua kalimat paling bawah dan juga salah pengetikan pada halaman 101.

Namun kekurangan-kekurangan tersebut tidak mengurangi kenikmatan membaca dan esensi cerita. Pesan yang dikandung dalam cerita tersampaikan dengan baik seperti kutipan di halaman 195. “Tidak ada kebahagiaan yang instan itu memang benar, karena sejatinya harus ada pengorbanan dari tiap kebahagiaan.”

Novel yang patut dibaca untuk semua orang yang ingin memahami tentang takdir, cinta dan pernikahan. Selamat Membaca!

Share This:

Dini Hidayati

Hanya seorang gadis kecil penyuka buku, jalan-jalan, dan makan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *