Kelas Online Bimbingan Menulis Novel (Kobimo)

http://picasion.com/gl/3auK/
Kobimo, Kelas Online Bimbingan Menulis Novel. Uh, banyak sekali kenangan di ‘tempat’ itu. Mulai dari komen yang sering tak diacuhkan, direndahkan, anggota lama yang songong, sampai pembantaian pas cerpen saya dibengkeli. Tapi semua itu perlahan terbantahkan setelah berjalannya waktu. Semua itu hanya prasangka buruk dari saya, atau mungkin sebagian besar anggota baru. Kecuali untuk pembantaian karya, ya karena karya saya memang layak untuk dibantai.

Kondisi sekarang tentu sangat berbeda dibandingkan kondisi dulu saat saya pertama kali masuk, ramai sekali dan para murid pun sangat antusias. Saya masih ingat waktu pertama kali dikonfirmasi untuk masuk grup itu. Kelas EYD dari Bunda Zahra A. Harris adalah kelas yang pertama kali saya masuki. Kurang ingat pasti materinya tentang apa, tapi seingat saya waktu itu tentang kalimat langsung.

Kelasnya ramai sekali, terbukti setelah komentar bakal muncul pemberitahuan bertubi-tubi dari komentar anggota lain yang juga berebut ingin bertanya. Dan di tengah ratusan komentar itu, Bunda Zahra bahkan sempat melihat nama saya yang nyempil di antara ratusan komentar. Uh, bertanya saja butuh perjuangan keras, apalagi jadi koor-nya. Dan itu yang kemudian membuat saya memutuskan Kelas EYD sebagai salah satu kelas favorit saya.

Selain kelas EYD, ada lagi kelas yang paling saya suka. Iya apa lagi kalau bukan Kelas Bengkel Novel. Waktu itu Bunda Menning Alamsyah yang jadi koor, dibantu Bang Arief Orrion. Yang jelas hampir tak ada minggu yang terlewatkan untuk masuk Kelas Bengkel Novel. Entah kenapa saya lebih suka masuk dua kelas ini dibandingkan kelas-kelas yang lain. Padahal masih banyak kelas yang tak kalah menarik seperti Kelas Bedah Novel atau Go to Media yang biasanya menghadiahkan satu eksemplar novel atau buku bagi yang beruntung.

Baca juga:  Kelas Sharing EYD dan Editing Jumat, 7 Februari 2014: Mari Mengedit Ala Editor (2)

Awalnya saya juga mengira bahwa kebanyakan dari anggotanya adalah orang-orang dekat yang bertetangga. Uh, ternyata dugaan itu salah besar. Mereka semua, sebagian besar murni hanya saling mengenal lewat media sosial. Mungkin ada beberapa yang pernah bertemu atau satu daerah, tapi sebagian besar adalah mereka yang berkenalan di dunia maya. Saya juga sempat heran pada awalnya, bagaimana bisa orang yang tidak pernah bertemu sebelumnya bisa tertawa dan bercanda seakrab itu lewat komentar? Itu terlihat seperti mereka sudah saling mengenal sangat lama. Ah, sejak saat itu saya sadar kalau kekeluargaan dalam Kobimo benar-benar erat.

Waktu terus berjalan, banyak kejadian yang terjadi. Gebrakan dilakukan, Festival Sastra Online pertama di Indonesia diadakan pada bulan Juni tahun lalu dengan Kak Maya Lestari Gf. sebagai pemrakarsa yang bekerja sama dengan beberapa penerbit. Ditengah berbagai permasalahan, bisa dibilang acara itu cukup sukses. Tapi entah kenapa karena sesuatu yang saya tidak bisa jelaskan di luar forum kemudian terjadi. Saya yang saat itu masih baru di lingkungan pengurus tidak banyak berkomentar.

festifal sastra online copy

Waktu Festival Sastra itu juga yang menjadi awal kambuhnya penyakit Bunda Menning, yang membuatnya terpaksa harus vakum dulu dari Kobimo. Kepsek meminta saya menggantikan posisinya bekerja sama dengan Bang Arief.

Hari semakin berlalu dan semakin banyak koor atau pengurus yang datang dan pergi. Sebelum saya masuk bahkan sebenarnya koordinator yang silih berganti memang sering terjadi, tapi tetap saja itu bukan hal yang lumrah bagi saya. Karena karakter dan pembawaan setiap orang yang berbeda-beda. Seiring dengan kesibukan dan beragam aktivitas di dunia nyata yang memaksa mereka untuk mengambil keputusan. Tentu kita tidak bisa melarang mereka untuk pergi, karena bekerja untuk Kobimo adalah suatu pengabdian tanpa tanda jasa, bahkan tanpa bayaran sepeser pun. Murni sukarela dengan tujuan tetap mempertahankan apa yang sudah diajarkan para pendahulu.

Baca juga:  Kelas EYD & Editing Malam, Jumat, 13 Juni 2014 : Penulisan Huruf Kapital untuk Penunjuk Hubungan Kekerabatan

Sekarang pun saya juga sedang vakum sebagai koor. Banyak alasan yang membuat saya memilih vakum, banyak tekanan dan macam-macam. Saya tidak bisa menceritakan itu di sini, nanti dikiranya curhat. Haha

Singkat cerita, sekarang Kobimo sudah aktif kembali. Membuat banyak trobosan dari banyak anggota baru yang diterima. Saya sangat suka dengan perkembangan positif ini. Berharap kedepannya Kobimo bisa lebih ramai lagi seperti saat saya pertama kali masuk. Meskipun saya tidak lagi menjadi membawakan Kelas Bengkel Novel, saya pasti sangat senang Kobimo bisa berkembang jauh lebih besar lagi dengan trobosan-trobosan baru yang lebih hebat.

Ya, itu karena Kobimo sudah seperti rumah bagi saya, tempat di mana harus pulang.

Oh iya, terakhir, saya mau membagikan beberapa Kelas EYD terdahulu yang sudah lama saya copy ke word untuk dokumen pribadi. Kalau di grupnya mungkin sudah terkubur dalam sekali, sulit buat dibangkitkan lagi. Hehe. Sebenarnya ada banyak, cuman enggak tahu kesimpan di mana. Yang ketemu cuman ini. Dan satu lagi, bagi yang penasaran dan pengen masuk Kobimo, klik aja ini: Kelas Online Bimbingan Menulis Novel (Kobimo)

Kelas Sharing EYD dan Editing Jumat, 17 Januari 2014

Kelas Sharing EYD dan Editing Jumat, 7 Februari 2014

Kelas EYD & Editing, Jumat, 21 Maret 2014

Kelas EYD & Editing Malam, Jumat, 13 Juni 2014

Kelas EYD, Jumat, 10 Oktober 2014

(Bukan) Kelas EYD, 21 Oktober 3014

Share This:

Lalu Razieb Ariaharfi

Asli Lombok dan suka makanan pedas. Bisa dihubungi lewat twitter @lalurazieb_azie, email laluazie@gmail.com, atau mungkin bisa berkunjung ke blog pribadinya di www.pena-azie.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *