Indonesia Tinggal Curi Dari Nomor Tunggal Untuk Kalahkan Thailand

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Laporan langsung Aloysius Gonsaga Angi Ebo dari Kunshan, China

KHUNSAN, KOMPAS.com – Tim Piala Thomas Indonesia akan bertemu Thailand pada pertandingan kedua penyisihan Grup B di Kunshan Sports Centre, Selasa (17/5/2016). Kemenangan akan memastikan pasukan Merah Putih lolos ke perempat final.

Hendra Setiawan dan kawan-kawan sudah melewati rintangan pertama penyisihan grup usai menang 5-0 atas Hong Kong, Minggu (15/5). Setali tiga uang, Thailand pun meraih kemenangan meskipun dipaksa bekerja ekstra keras saat melawan India karena hanya unggul tipis 3-2.

Dengan demikian, duel ini menjadi sangat penting karena bukan cuma menentukan siapa yang berhak lolos ke perempat final tetapi bisa menjamin peluang yang sangat besar untuk menjadi juara grup.

Menghadapi laga ini, kubu Indonesia masih berspekulasi soal kemungkinan lawan yang akan dihadapi, terutama pada sektor tunggal, karena Thailand tidak menurunkan pemain senior mereka, Boonsak Ponsana, saat melawan India. Meskipun demikian, Indonesia sudah memprediksi bisa menyabet dua poin dari sektor ganda.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

“Saat kualifikasi juga kita sudah menang melawan Thailand. Untuk saat ini yang harus dihitung adalah nomor mana yang harus Indonesia ambil. Ini melihat kemungkinan-kemungkinan yang terjadi siapakah yang akan diturunkan Thailand pada nomor tunggal,” ujar Manajer Tim Thomas dan Uber Indonesia Rexy Mainaky, Senin (16/5) di Kunshan Sports Centre.

Baca juga:  Menpora Soal Tewasnya Jakmania

“Seandainya Boonsak main, saya kira Tommy Sugiarto yang menjadi tunggal pertama kita, sangat cocok dengan pola permainannya. Tetapi semua itu masih spekulasi, saya tidak bisa mengatakan siapa yang harus diturunkan untuk nomor tunggal kedua dan ketiga karena kita memiliki tiga pemain muda. Kami harus menilai siapa yang lebih cocok melawan Tanongsak atau Khosit atau Supanyu (Avihingsanon),” ungkap Rexy.

Saat menang atas India, Thailand menurunkan Tanongsak Saensomboonsuk sebagai tunggal pertama dan berhasil mendapatkan poin. Ganda Bodin Issara/Nipitphon Puangpuapech menambah poin Thailand ketika tampil pada partai kedua, sebelum India meraih poin pada partai ketiga berkat kemenangan Sai Praneeth B atas Khosit Phetprabad.

Pada partai keempat yang memainkan nomor ganda, Thailand menyegel kemenangan. Pasangan Puavaranukroh Dechapol/Kedren Kittinupong menang atas Akshay Dewalkar/Satwiksairaj Rankireddy, sebelum India memperkecil kekalahannya lewat tunggal ketiga Sourabh Varma, yang menaklukkan Adulrach Namkul.

Namun untuk nomor ganda, Rexy sangat optimistis Indonesia mendapatkan poin. Sebab, para pemain ganda Indonesia memiliki level yang lebih tinggi dari para pemain Thailand.

“Berbicara peluang melawan Thailand, saya bisa mengatakan bahwa Indonesia memiliki kemungkinan 55-45 atau 60-40. Saya kira Thailand juga pasti setuju kalau ganda Indonesia lebih unggul dari mereka dan sekarang tinggal bagaimana untuk nomor tunggal. Untuk nomor tunggal ini, saya kira peluangnya tipis-tipis saja,” ujar Rexy.

Sumber:

http://olahraga.kompas.com/read/2016/05/17/05430041/Indonesia.Tinggal.Curi.dari.Nomor.Tunggal.untuk.Kalahkan.Thailand

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Share This:

Dini Hidayati

Hanya seorang gadis kecil penyuka buku, jalan-jalan, dan makan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *