Gejala Kangker Pernapasan

Sebelum kita berbicara tentang apa saja gejala kangker pernafasan, terlebih dahulu kita akan membahas apa itu kangker pernafasan, Apa penyebabnya, bagian tubuh mana yang tekena, dan siapa saja yang beresiko terkena.

Kangker pernafasan atau dalam dunia kedokteran disebut dengan kangker nasofaring. Kenapa di sebut kangker nasofaring?. Karena kangker ini menyerang bagian nasofaring. Nasofaring dalah organ bagian dari faring. Sedangkan faring adalah organ yang terletak di bagian rongga mulut dan hidung yang berhubungan langsung dengan telinga tengah. Sampai sekarang, penyebab kangker pernafasan belum diketahui secara pasti. Karena banyak faktor yang bisa menjadi kontributor terjadinya kangker ini. Bisa karena faktor genetik, faktor lingkungan, gaya hidup yang tidak sehat dan merokok.

Gejala Kangker Pernapasan

Siapa saja dapat beresiko terkena kangker ini. Namun, pada banyak kasus, kangker ini banyak menyerang pada ras mongoloid. Seperti Cina, Hong Kong, Malaysia, Singapura, Thailand, bahkan Indonesia.

Kangker ini tidak datang secara tiba-tiba karena akan didahului dengan gejala. Pada stadium dini, kangker ini masih sulit dideteksi gejalanya karena letaknya yang tersembunyi. Tapi, jika kita jeli, Di bawah ini ada beberapa gejala kangker pernafasan yang bisa digunakan untuk mendeteksi:

1. Telinga seperti berdengung pada satu sisi meski tanpa disertai dengan keluhan sakit di telinga. Dengungan ini akan terus terjadi sampai tahap berkurangnya kemampuan pendengaran.

2. Sering menderita mimisan, keluanya darah pada satu sisi hidung, pilek yang berkepanjangan, hingga hidung yang tersumbat terus menerus.

3. Membesarnya kelenjar getah bening pada leher adalah salah satu gejala kangker pernafasan.

4. Karena kangker ini bisa menyebar pada mulut, mata dan otak, maka pada mata terlihat juling yang menghasilkan pandangan mata ganda. Selain itu, pada kelopak mata yang terkena kangker ini akan tertutup sedikit.

Baca juga:  10 Aktivitas Sederhana Yang Menyehatkan Jantung

5. Sering merasakan nyeri dan sakit kepala yang hebat

Meskipun penyebab kangker pernafasan ini masih bias dan belum pasti, namun ada beberapa pendapat bahwa salah satu penyebab kangker ini adalah karena makanan yang diawetkan. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang ada bahan pengawetnya akan meningkatkan resiko terkena kangker ini. Termasuk juga terlalu banyak mengkonsumsiikan asin yang diawetkan dan ikan yang diolah dengan pengasapan.

Selain itu, terlalu sering menghirup udara dengan kadar polusi yang tinggi juga menjadi salah satu penyebab kangker ini. Terutama bagi kita yang hidup di daerah perkotaan. Memang sebuah tantangan tersendiri untuk bisa menghindari polusi yang sepertinya sudah akrab dengan perkotaan. Sebisa mungkin tanamilah depan rumah kita dengan tanaman yang dapat menyerap polusi yang ditimbulkan dari asap kendaraan bermmotor. Ciptakanlah lingkungan kerja dan tempat tinggal yang sehat.
Selain itu, hindarilah merokok. Karena merokok menjadi kontributor terbesar terhadap resiko terkena kangker ini. Tak hanya berhenti menjadi perokok aktif. Berhenti juga menjadi perokok pasif dengan cara menghindari kontak langsung dengan perokok yang sedang merokok. Apalagi jika kita sedang hamil. Sebaik mungkin menghindari menghirup asap rokok. Agar bayi yang kita kandung tidak terkena resiko terjangkit kangker pernafasan.

Demikianlah sedikit pembahasan tentang kangker pernafasan atau kangker nasofaring. Meskipun di Indonesia penderitanya tidak sebanyak kangker ganas yang lain, bukan berarti kita bisa bebas tidak memikirkannya. Karena siapapun bisa beresiko terkena kangker ini. Agar pengobatan bisa dilakukan sejak dini, sebaiknya kenali gejala kangker pernafasan seperti  di atas sejak dini.

Share This:

Lalu Razieb Ariaharfi

Asli Lombok dan suka makanan pedas. Bisa dihubungi lewat twitter @lalurazieb_azie, email laluazie@gmail.com, atau mungkin bisa berkunjung ke blog pribadinya di www.pena-azie.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *