Covid-19 dan Kejadian Luar Biasa yang Pernah Menghambat Event Olahraga Akbar di Dunia dari Masa ke Masa

Tahun 2020 bisa jadi merupakan salah satu tahun paling kelam dalam sejarah manusia di bumi. Sebuah virus yang hanya sebesar 125 nanometer telah menyebar ke 176 negara di dunia dan membunuh sedikitnya 8.983 pasien setelah menjangkit lebih dari 220 ribu jiwa (update 19/3/2020). Sayangnya angka ini masih dapat terus bertambah mengingat beberapa negara yang masih dalam kondisi menghawatirkan.

Kita semua sudah tahu bahwa beberapa hari yang lalu EUFA telah mengumumkan secara resmi bahwa event sepakbola terbesar se-Eropa yang semula akan dilaksanakan bulan Juni 2020 ini terpaksa ditunda satu tahun. Hal ini tidak lepas dari wabah Virus Corona yang semakin meluas. Beberapa negara di Eropa memang telah terkena imbasnya, yang paling parah adalah Italia dengan total korban meninggal mencapai 2.978 jiwa (19/3/2020).

Keputusan ini diambil Komite Eksekutif UEFA setelah dilakukan konferensi video dengan 55 anggota UEFA pada Selasa, 17/3/2020. Hasil keputusan ini pertama kali dibocorkan oleh Federasi Sepakbola Norwegia melalui laman twitternya. Selain EURO, Copa Amerika juga telah mengumumkan untuk menunda  event yang seharusnya dilaksanakan tahun ini.

Selain itu ada banyak event olahraga yang harus ditunda sementara seperti beberapa liga di dunia—termasuk liga 1 Indonesia, kualifikasi Piala Dunia, Piala AFC, Liga Champions Asia dan 5 turnamen BWF yang seharusnya menjadi ajang kualifikasi untuk Olimpiade.

Dari semua itu masih ada satu lagi event akbar yang belum jelas apakah akan ditunda atau tetap berlanjut, itu adalah Olimpiade Jepang yang apabila sesuai jadwal akan berlangsung tanggal 24 Juli 2020.

Yah, harapannya semoga virus ini segera musnah dari peredaran sehingga tidak ada lagi jatuh korban jiwa. Aamiin.

Berbicara tentang event olahraga, sejarah juga pernah mencatat beberapa peristiwa besar yang menyebabkan tertundanya even olahraga akbar. Apa saja itu?

Baca juga:  Hadapi Hongkong, Tim Uber Turunkan Greysia Polii

1. Piala Dunia 1942

Piala Dunia 1942
Ilustrasi Piala Dunia 1942

Piala Dunia pertama kali diselenggarakan pada tahun 1930 dengan Uruguay sebagai tuan rumah sekaligus juaranya. Setelah itu Piala Dunia terus berlangsung setiap 4 tahun sekali. Namun agenda 4 tahunan ini sempat terhenti setelah dimulainya Perang Dunia II yang ditandai dengan invasi Jerman ke Polandia pada tanggal 1 Setember 1939.

FIFA yang sudah mempersiapkan Piala Dunia 1942 jauh-jauh hari dengan Brazil dan Jerman sebagai calon tuan rumah terpaksa angkat tangan dan membatalkan agenda tersebut. Hal itu membuat secara resmi Piala Dunia 1942 ditiadakan. Namun Jerman ternyata punya pandangan lain, negara yang saat itu dipimpin Adolf Hitler ingin tetap melaksanakan piala dunia di negaranya.

Dengan kedigdayaannya, Jerman membuat turnamennya sendiri yang diklaim merupakan Piala Dunia. Singkat cerita, saat itu Jerman berhasil melaju ke final dan menantang Swedia. Sayang, final yang dilangsungkan tepat di hari ulang tahun Hitler (20 April 1942) itu, Jerman harus merasakan pil pahit setelah kalah 2-3 atas Swedia.

Meski Swedia menang di partai puncak, pertandingan yang disaksikan oleh 100 ribu pasang mata itu tidak pernah diakui sebagai juara Piala Dunia oleh FIFA.

2. Olimpiade 1916, 1940 dan 1944

Gambar Logo Olimpiade 1944
Logo Olimpiade 1944

Lagi-lagi perang dunia menjadi alasan kuat dibatalkannya pesta olahraga. Kali ini Olimpiade yang harus membatalkan penyelenggaraannya sebanyak tiga kali, dua di antaranya dilakukan berturut-turut. Bermula ketika Perang Dunia I berlangsung  sejak Juli 1914 hingga 1918 yang membatalkan Olimpiade Berlin 1916 dan Peran Dunia II yang membatalkan Olimpiade  London 1940 dan 1944.

3. All England 1915 – 1919

Gambar Logo All England
Logo All England

Event olahraga lainnya yang terpaksa dibatalkan adalah All England. Kamu tentu tahu bahwa All England merupakan event olahraga Bulu Tangkis paling tua di dunia. bahkan All England lahir sebelum adanya BWF. Hingga saat ini All England masih menjadi turnamen Bulu Tangkis paling bergengsi setelah Olimpiade.

Baca juga:  Indonesia Tinggal Curi Dari Nomor Tunggal Untuk Kalahkan Thailand

Namun ternyata bukan hanya sepakbola, turnamen Bulu Tangkis ini juga pernah berhenti selama lima tahun berturut-turut sejak tahun 1915 – 1919. Begitu besar dampak yang diakibatkan perang saat itu sehingga banyak kegiatan yang biasanya rutin dilakukan terpaksa dihentikan, termasuk All England.

Baca sejarah All England Selengkapnya di sini: 7 Fakta Unik dan Sejarah All England yang Perlu Kamu Tahu

4. SEAP Games 1963 dan 1967

Gambar Logo SEA Games

SEAP Games (Southeast Asian Peninsular Games) merupakan pesta olahraga multi event se-asia tenggara yang pertama kali diselenggarakan di Bangkok tahun 1959 sebelum akhirnya berganti nama menjadi SEA Games (Southeast Asian Games) pada tahun 1977. Di tahun itu pula Indonesia bersama dengan Filipina masuk secara resmi menjadi anggota.

Sebelum Indonesia masuk, tepatnya tahun 1963 dan 1967 pernah terjadi sedikit masalah dalam penyelenggaraannya. Rencana penyelenggaraan SEA Games tahun 1963 terpaksa harus dibatalkan setelah Kamboja yang semula terpilih sebagai tuan rumah terganjal

Tahun 1967 Kamboja kembali dipercaya menjadi tuan rumah, namun lagi-lagi gagal setelah

Baca selengkapnya tentang sejarah SEA Games di sini: SEA Games dan 7 Fakta Menarik di Dalamnya

5. Far Eastern Championship 1938

Logo FAR Eastern Championships

Sebelum berganti nama menjadi Asian Games pada tahun 1951 di New Delhi, Far Eastern Championship adalah pesta olahraga multi event yang diikuti oleh negara-negara besar se-Asia. Beberapa di antaranya adalah Kerajaan Jepang, Kepulauan Filipina dan Republik Tiongkok. Namun pada tahun 1938 penyelenggarannya sempat dihentikan ketika Jepang menyerang Tiongkok dan membuat Perang Dunia II menjadi lebih luas.

Baca selengkapnya tentang Sejarah Asian Games di sini: 6 Fakta Menarik Seputar Asian Games yang Perlu Kamu Tahu

Selain 5 yang sudah saya sebutkan, masih ada event olahraga lainnya yang mungkin tidak saya ketahui. Yang jelas, hal yang terjadi seperti saat ini pernah terjadi di masa lalu. Kebanyakan terjadi akibat Perang Dunia.

Baca juga:  Menpora Soal Tewasnya Jakmania

Tidak jauh berbeda dengan pasa Perang Dunia di masa lalu, saat ini sebenarnya kita juga sedang berperang. Bedanya adalah, bila di masa lalu manusia berperang melawan manusia lainnya, saat ini semua orang bersatu, bekerja sama melawan makhluk yang hanya seukuran 125 nanometer. Makhluk super kecil yang telah merenggut ribuan nyawa di seluruh dunia.

Selain kesehatan, perekonimian adalah sektor yang paling terasa dampaknya—selain dari krisis moral. Banyak harga pokok melambung, fenomena panic buying, alat kesehatan kian langka hingga nilai tukar rupiah terhadap dolar yang ‘meroket’.

Ya, semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga kita tidak perlu lagi takut untuk sekadar bertatap muka atau bersosialisasi dengan siapa saja.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *